mineral aragonit
Mineral ini terdapat pada batuan dengan komposisi kimia yang sama yaitu kabonat (CaCo3), namun mineral ini menyusun batuan yang koposisi mianera berbeda.
Mineral terbentuk pada saat terjadi pembekuan magma secara berlahan dimana dapat diketahui pada Bowen Reaction Series, dimana mineral yang terbentuk pada fase Discontinius yaitu olivin pada suhu pembentukan sekitar 1200 o – 900o C, kemudian orthopiroksin dengan suhu sekitar 1000o – 900o C,selanjutnya klinopiroksin pada suhu 900o – 800o C, kemudian mineral yang terbentuk yaitu amphibol dengan suhu 800o – 700o C, selanjutnya mineral yang terbentuk adalah biotit denga suhu pembentukan sekitar 700o – 600o C. Pada fase ini mineral dapat terbentuk walaupun tida berurutan sedangkan pada fase continius mineral terbentuk secara berurutan yan dimualai dari mineral anortit dengan suhu pembentukan 1200 – 1000 C, dengan dilanjutkan dengan mineral bitounit dengan suhu pembentukan 1000 – 900 C, kemudian mineral yang selanjutnya terbentuk adalah labradorit dengan suhu pembentukan sekitar 900 – 800 C, sedikit mengalami pemanasan makan mineral selanjutnya yang terbetuk adalah andesin dengan suhu pembentukan sekitar 800 – 700 C, kemudian mengalami pemanasan lagi maka mineral yang terbentuk selanjutnya adalah mineral oligoklas engan suhu pembentukannya sekitar 700 – 600 C dan dilanjutkan dengan mineral yang terbetuk adalah albit dengan suhu pembentukan sekitar 600 – 500 C. Setelah mengalami pendinginan suhu pada magma, maka fase discontinius dan continius bertemu dan membentuk mineral k felspar dengan suhu pembentukannya sekitar 500 – 400 C,selanjutnya mineral yang terbentuk adalah muskovit dan kuarsa.
Mineral ini berasosiasi dengan minral yang komposisi kimia sama seperti nitrat dan karbonat. Penentuan asosiasi dari mineral ini bukan hanya dibatasi pada mineral- mineral dengan komposisi kimia yang sama, akan tetapi juga keteradapatan pada batuan yang sama , proses yang sama pada saat terbentuk, dan juga berdasarkan lingkungan pegendapan dari batuan yang disusun oleh mineral tersebut. Kegunaan dari mineral ini yaitu sabagai bahan penelitian
mineral calcite
Mineral ini terbentuk melalui proses kristalisasi pada aderah laut dangkal. Hal ini dapat dilihat dngan melihat cirri fisik dari mineral berikut yaitu warna segar putih, warna lapuk coklat, cerat putih, kilap kaca yaitu suatu kenmpakan atau kualitas cahaya yang dipantulkan dari suatu mineral berupa kenampakan seperti pecahan kaca, belahan yaitu sifat mineral untuk pecah pada baghian tertentu dalam bentuk bidang – bidang yang rata dalam hal ini mineral diatas mempunyai belahan baik dimana bidang belahan rata, tetapi tidak sebaik yang sempurna, pecahan hackly yaitu sifat mineral untuk pecah tidak searah dengan bidang belahannya dimana keadaannya pecah tajam – tajam seperti besi yang pecah.
Kekerasannya atau daya tahan sauatu mineral terhadap goresan atau tekanan dari luar yaitu 3 berdasarkan Skala Mohs yang merupakan standar dasar kekerasan mineral secara kualitatif, dengan berat jenis 2, 71, tenacity dari mineral ini adalah sectile yaitu suatu reksi dari suatu mineral terhadap pembengkokan, pematahan, pemukulan, atau penghancuran dimana mineral ini dapat diiris dengan pisau.. Mineral ini termasuk kedalam golongan Karbonat,dengan bentuk kristal heksagonal berdasarkan bentuk sumbu kristal yang dimiliki oleh mineral tersebut . Karena mineral iuni termasuk kedalam golongan karbonat maka komposisi kimianya adalah CaCO3. Mineral ini terbentuk pada temperature xxx C.
Umumnya mineral ini terdapat pada batuan dengan komposisi kimia yang sama yaitu karbonat (CaCO3), namun terkadang mineral ini juga menyusun batuan yang mempunyai komposisi yang berbeda. Karena mempunyai komposisi kimia karbonat, maka mineral ini bersasosiasi pula dengan mineral dengan komposisi kimia yang sama seperti Aragonite, Dolomite, Azurite. Penentuan asosiasi dari mineral ini tidak hanya terbatas pada minerral - mineral dengan komposisi kimia yang sama saja, akan tetapi juga berdasarkan keterdapatan pada batuan yang sama, proses yang sama ketika terbentuk, juga berdasarkan lingkungan pengendapan dari batuan yang disusun oleh mineral tersebut. Mineral ini sdigunakan sebagai bahan penelitian.
