Mineral ini terbentuk melalui proses kristalisasi magma, hal ini dapat dilihat dari ciri fisik dari mineral berikut yaitu warna segar putih bening,warna lapuk putih, cerat putih, kilap kaca yaitu suatu kenampkan cahaya yang dipantulkan dari suatu mineral berupa kenampakan seperti pecahan kaca, belahan yaitu sifat mineral untuk pecah pada bagian tertentu dalam bentuk bidang-bidang yang rata seperti mineral diatas mempunyai belahan jelas dimana tidak begitu rata,dapat pecah pada arah lain dengan mudah, pecahan even yaitu bidang pecahan halus agak kasar, mendekati bidang rata, kekersan yaitu daya tahan mineral terhadap goresan atau tekanan dari luar yang dipengaruhi oleh susunan atom dimana mineral ini mempunyai kekerasan 5.5-6, berat jenis 2.95 , tenacity yaitu reaksi mineral terhadap pembengkokan, pematahan, pemukulan, atau penghancuran, tenacity dari mineral ini adalah sectile dimana mineral ini dapat diiris dengan pisau, bentuk kristal orthorombik komposisi kimia karbonat (CaCo3).
Mineral ini terdapat pada batuan dengan komposisi kimia yang sama yaitu kabonat (CaCo3), namun mineral ini menyusun batuan yang koposisi mianera berbeda.
Mineral terbentuk pada saat terjadi pembekuan magma secara berlahan dimana dapat diketahui pada Bowen Reaction Series, dimana mineral yang terbentuk pada fase Discontinius yaitu olivin pada suhu pembentukan sekitar 1200 o – 900o C, kemudian orthopiroksin dengan suhu sekitar 1000o – 900o C,selanjutnya klinopiroksin pada suhu 900o – 800o C, kemudian mineral yang terbentuk yaitu amphibol dengan suhu 800o – 700o C, selanjutnya mineral yang terbentuk adalah biotit denga suhu pembentukan sekitar 700o – 600o C. Pada fase ini mineral dapat terbentuk walaupun tida berurutan sedangkan pada fase continius mineral terbentuk secara berurutan yan dimualai dari mineral anortit dengan suhu pembentukan 1200 – 1000 C, dengan dilanjutkan dengan mineral bitounit dengan suhu pembentukan 1000 – 900 C, kemudian mineral yang selanjutnya terbentuk adalah labradorit dengan suhu pembentukan sekitar 900 – 800 C, sedikit mengalami pemanasan makan mineral selanjutnya yang terbetuk adalah andesin dengan suhu pembentukan sekitar 800 – 700 C, kemudian mengalami pemanasan lagi maka mineral yang terbentuk selanjutnya adalah mineral oligoklas engan suhu pembentukannya sekitar 700 – 600 C dan dilanjutkan dengan mineral yang terbetuk adalah albit dengan suhu pembentukan sekitar 600 – 500 C. Setelah mengalami pendinginan suhu pada magma, maka fase discontinius dan continius bertemu dan membentuk mineral k felspar dengan suhu pembentukannya sekitar 500 – 400 C,selanjutnya mineral yang terbentuk adalah muskovit dan kuarsa.
Mineral ini berasosiasi dengan minral yang komposisi kimia sama seperti nitrat dan karbonat. Penentuan asosiasi dari mineral ini bukan hanya dibatasi pada mineral- mineral dengan komposisi kimia yang sama, akan tetapi juga keteradapatan pada batuan yang sama , proses yang sama pada saat terbentuk, dan juga berdasarkan lingkungan pegendapan dari batuan yang disusun oleh mineral tersebut. Kegunaan dari mineral ini yaitu sabagai bahan penelitian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
akhirnya bsa jga
Posting Komentar